SHADOW NETWORK BLOGGER

Header Ads

Hot

Post Top Ad

LightBlog

Post Top Ad

Your Ad Spot

Sunday, April 22, 2018

Otak Einstein Masih Disimpan di Museum Ini Hingga Sekarang

Anggota Polres Gresik Kembali Ringkus Pemakai Sabu Kawasan Veteran

April 22, 2018 0

Aparat Kepolisian Sektor Kebomas terus memantau keberadaan warung kopi (warkop) yang ada di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas. Pasalnya, di tempat tersebut sering terjadi transaksi jual beli narkoba. Terbukti, setelah cukup lama diawasi, polisi berhasil menangkap Slamet Riyadi, 25, warga Desa Binor RT 09/RW 07 Kecamatan Paiton, Probolinggo salah satu pengguna sabu-sabu yang sering bertransaksi di salah satu warkop.

Penangkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat bahwa warkop yang ada di Jalan Veteran sering digunakan untuk transaksi. Polisi kemudian menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengawasan selama tiga hari.

Polisi kemudian mencurigai gerak-gerik pelaku yang saat itu berada di salah satu warkop. Petugas kemudian melakukan penggeledahan terhadap pelaku dan ditemukan 2 paket sabu disimpan di saku celana sebelah kanan dan saku belakang.

Kanit Reskrim Polsek Kebomas Iptu Nur Sugeng Ari Putra mengatakan memang banyak laporan dari masyarakat jika warkop di Veteran sering digunakan sebagai tempat transaksi narkoba jenis sabu-sabu. Hasilnya kami berhasil menangkap pelaku yang sedang melakukan transaksi di salah satu warkop, ujarnya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya,  dua paket sabu seberat 1,40 gram, 1 buah HP  serta 1  celana jeans warna hitam. €œBarang bukti sudah kami amankan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, katanya.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 112 ayat (1) huruf (a), sub pasal  127 ayat (1) huruf (a), UU RI no 35 th 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. “Kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus tersebut,” imbuhnya.



from Halo Dunia Network https://ift.tt/2JhbsCB
via IFTTT
Read More

Jajaran Polres Gresik Berhasil Ringkus Bandar Sekaligus Pemakai Sabu

April 22, 2018 0

Polisi kembali membongkar jaringan peredaran narkoba di wilayah Cerme. Kali ini, polisi berhasil mengamankan Bandar dan pemakai narkoba jenis sabu-sabu. Kedua pelaku yang ditangkap di tempat berbeda digelandang menuju Mapolsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dua pelaku tersebut yakni, Mustakim ,33, warga RT 4 RW 5, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya sebagai Bandar serta Kambali ,36, warga RT 5 RW 4, dan. Kambali ditangkap di Jalan Raya Dusun Ngebret, Desa Morowudi, Kecamatan Cerme sebagai pemakai.

Peristiwa penangkapan tersebut bermula saat pelaku Kambali melintas di Jalan Morowudi dengan membawa satu poket sabu seberat 0,35 gram pada pukul 14.00. Polisi yang telah mengincar cukup lama, langsung melakukan penyergapan.

Saat diinterogasi, pelaku Kambali mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari pelaku Mustakim. Setalah mengantongi identitas Mustakim, polisi langsung melakukan pengejaran. Hasilnya, Mustakim berhasil diringkus di Jalan Raya Lakarejo, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya, pukul 16.30 Wib.

Kepala polisi, Kambali mengaku menggunakan barang haram itu untuk menambah stamina. Sebab, dia kerap berkerja hingga larut malam. “Dipakai malam hari pak agar tidak cepat capek,” ujar Kambali.

Sedangkan Mustakim sendiri mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari wilayah Madura. “Setelah saya dapat barangnya, saya jual kepada pembeli,” kata Mustakim.

Sementara itu, Kanit Reskrim Bripka Mahrizal Firmansah menyatakan, kedua tersangka satu jaringan. Mereka biasanya bertransaksi di daerah Gresik.  “Kedua pelaku ini sudah kami incar sejak lama. Namun baru tertangkap sekarang,” katanya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka terancam hukuman diatas lima tahun penjara. Mereka dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.  “Kami masih terus melakukan pengembangan termasuk mencari kemungkinan jaringan yang lain,” tandasnya.



from Halo Dunia Network https://ift.tt/2qSDwV1
via IFTTT
Read More

Saturday, April 21, 2018

Wisata Alami Jawa Timur Yang Menantang dan Jarang Tersentuh Traveller

April 21, 2018 0

Jawa Timur pastinya sudah bukan menjadi tempat baru bagi para wisatawan atau para traveling mania, nama tempat-tempat wisata seperti Bromo, Sendang Biru, Pasir Putih, Coban Rondo, Goa Maharani sudah sangat terkenal dan bahkan menjadi ikon wisata utama propinsi tersebut.

Namun tahukah anda bahwa sebenarnya Jawa Timur masih menyimpan banyak sekali tempat wisata alam yang masih sangat asri dan alami, dan bahkan bisa terbilang menantang untuk mencapai spot wisata perawan tersebut. Mau tau mana saja? Ikuti terus artikel ini ya.

1. Teluk Biru ( Blue Bay ) – Banyuwangi

Pernah dengar Green Bay di Banyuwangi? Nah, Teluk Biru atau Blue Bay ini adalah versi yang lebih tidak populer. Jangankan wisatawan, bahkan warga Banyuwangi sendiri jarang mengetahui tempat indah ini. Hal ini nampaknya berkaitan, lagi-lagi, dengan akses menuju tempat wisata yang sulit dijangkau. Untuk mencapai Teluk Biru, Anda perlu trekking selama 1 jam dari pantai Rajegwesi, atau naik perahu selama 15 menit melawan ombak besar.

Namun tentunya rasa capek akibat perjalanan menuju tempat ini akan terbayarkan dengan pemandangan luar biasa indah dari atas dan dari dalam laut. Blue Bay sendiri memiliki nama lain Selanggrong atau Senggrong yang lebih familiar di telinga warga sekitar.

2. Taman Nasional Meru Betiri – Banyuwangi

Kawasan taman nasional ini merupakan habitat asli dari beragam hewan asli Indonesia. Di taman yang terletak di perbatasan antara kabupaten Jember dan Banyuwangi ini, Anda bisa menemui berbagai satwa liar yang eksotis, seperti kumbang hitam, kera ekor panjang, ajag, penyu, dan lekang. Satwa langka lain seperti banteng dan rusa itu juga berhabitat di hutan tropis dataran rendah dan berbagi dengan landak, tenggiling, dan kucing hutan. Ada pula beragam tanaman langka, seperti bunga Raflesia Zollingeriona, Balanphora Fungosa, bakau, api-api, waru, nyamplung, rengas, dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan.

Kawasan yang memiliki luas lebih dari 55 ribu hektar ini memiliki topografi bukit dan gunung dengan tebing-tebing curam yang pastinya menjadi surga bagi Anda yang ingin merasakan sensasi sebuah petualangan. Bonusnya, taman nasional ini memiliki beberapa pantai tersembunyi yang tentunya belum banyak dikunjungi wisatawan, antara lain Pantai Rajegwesi, Pantai Sukamade, Pantai Meru, dan Pantai Bandealit.

3. Air Terjun Tancak – Jember

Tentunya tempat wisata ini sangat cocok bagi Anda yang gemar wisata petualangan. Pasalnya untuk mencapai lokasi air terjun ini, Anda perlu melakukan treking menempuh jarak 2 km dengan menyusuri hutan dan terkadang harus membelah sungai. Untuk itu, dibutuhkan persiapan fisik khusus untuk dapat mencapai lokasi air terjun yang berada di Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember ini. Dengan trek yang penuh rintangan dan menanjak, sangat disarankan untuk menggunakan jasa guide warga sekitar untuk pendamping bagi Anda yang belum pernah ke lokasi air terjun ini.

Tinggi air terjun Tancak ini mencapai 80 meter dengan bagian tebing yang membentuk lengkungan mirip tapal kuda. Tepat di bawahnya terdapat kolam alami dengan dekorasi bebatuan cadas. Nama “Tancak” sendiri diambil dari nama pegunungan tempat air berasal.

4. Air Terjun Madakaripura – Probolinggo

Air terjun dengan tinggi sekitar 200 meter ini diklaim sebagai air terjun tertinggi sekaligus terindah di Pulau Jawa. Tentunya keindahan ini harus dibayar dengan sedikit usaha untuk mencapainya. Yup, Untuk sampai ke lokasi air terjun yang konon menjadi tempat semedi patih Gadah Mada ini, Anda perlu melakukan trekking sejauh 2 km dengan menyusuri sungai. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk menggunakan sendal anti selip ketimbang sepatu karena jalur trekking yang basah. Air terjun ini terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Probolinggo.

5. Pantai Jonggring Saloko – Malang

Pantai ini terletak di desa Mentaraman Kecamatan Donomulyo dan berjarak sekitar 69 km dari arah kota Malang. Letaknya yang tersembunyi dan berlokasi sangat jauh dari pemukiman warga menjadikannya kurang populer dan tentunya masih sangat jarang dikunjungi. Akses menuju pantai pun cukup terjal dan berkelok-kelok.

Namun perjalanan menuju ke tempat ini akan terbayarkan. Pantai ini memiliki air yang jernih, batu karang dan pasir yang putih lembut. Sayangnya, pantai ini tidak cocok bagi Anda yang suka berenang di pantai karena ada larangan tertulis bagi pengunjung untuk berenang di pantai ini.

6. Pantai Gua Cina – Malang

Pantai yang menghadap ke Samudra Hindia ini memiliki satu hal yang istimewa yaitu gelombang air laut yang bertemu dari arah, selatan, timur dan barat. Arus gelombang yang bertabrakan diantara Pulau Nyonya dan Pulau Bantengan tersebut menimbulkan efek suara gemuruh yang cukup seru bagi Anda yang gemar dengan hal baru.

Selain itu, pantai yang memiliki nama asli Rowo Indah ini memiliki kisah yang unik. Konon menurut cerita masyarakat setempat, ada sebuah gua di bukit pinggir pantai yang digunakan oleh seorang pertapa Cina untuk bersemedi. Pertapa itu meninggal di gua tersebut dan meninggalkan tulisan Mandarin di langit-langit gua. Karena itulah pantai ini lebih populer dengan nama Pantai Gua Cina.

7. Pantai Klayar – Pacitan

Pacitan memang menyimpan potensi wisata yang cukup besar. Salah satunya pantai terpencil di bagian selatan Jawa Timur ini. Dengan hamparan pasir putih membentang dan air laut yang masih bening, pantai Klayar menambah jajaran tempat wisata di Pacitan yang masih jarang dikunjungi.

Di pantai ini, Anda akan menemui seruling laut yang berupa celah di sebuah batu karang besar yang menyemburkan air setiap kali ombak menghempas. Air laut yang menyembur ke atas akan menimbulkan bunyi serupa siulan.

8. Pulau Bawean – Gresik

Pulau yang sering disebut Pulau Putri ini menyimpan beragam daya tarik. Di antaranya adalah Tanjung Gaang yang merupakan hamparan batu karang indah dengan air laut berwarna biru kehijauan dan Danau Kastoba yang bisa Anda nikmati dengan berenang. Ada pula spesies rusa yang hanya dapat ditemukan (endemik) di Bawean, yaitu Axis kuhli. Puluhan spesies ikan laut yang cantik pun menghuni pantai pulau ini.

Pulau Bawean ini merupakan gugusan kepulauan yang termasuk dalam wilayah Gresik dan terletak di sebelah utara wilayah Kota Gresik. Pulau ini berjarak 120 km dari kota Gresik dan membutuhkan waktu 3 jam bila ditempuh dengan menggunakan kapal cepat atau 8 jam bila ditempuh menggunakan kapal biasa.

8. Pulau Gili Iyang – Madura

Menurut Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jatim, kandungan oksigen di pulau mencapai sekitar 21,5 persen atau 20 persen di atas rata-rata. Pulau ini pun diklaim memiliki kadar oksigen terbaik nomor dua di dunia setelah Yordania.

Memang udara di tempat ini cukup sejuk dan segar meski tidak terdapat perbukitan atau gunung. Tidak heran pulau ini kerap disebut sebagai Pulau Awet Muda. Bahkan ditemukan ada sejumlah orang yang berusia sampai 175 tahun. Selain itu, panorama pantainya sangat menawan dengan hamparan batu karang yang cantik. Bagi Anda yang gemar wisata petualangan, Anda juga bisa mengunjungi Gua Air dan Gua Syafirah.

Hingga saat ini hanya ada tiga tempat wisata yang dikelola secara resmi oleh pemerintah daerah setempat, antara lain Museum dan Keraton Sumenep di Kecamatan Kota, Pantai Lombang di Batang Batang, dan Pantai Slopeng di Dasuk.

9. Pulau Gili Labak – Madura

Gili tidak hanya ada di Lombok tetapi juga di Madura. Selain Gili Iyang, Anda dapat mengunjungi Gili Labak yang juga tak kalah menarik. Keindahan Gili Labak tak lain dan tak bukan karena pasir putihnya yang bersih dan halus. Apalagi tipikal pantai di Madura tidak terlalu berbahaya dengan ombak yang besar seperti pantai-pantai di Selatan. Di sini, Anda dapat dengan aman bersantai atau menikmati terumbu karang dengan menyelam.

Pulau ini hanya seluas lapangan sepak bola saja dan sangat jarang dikunjungi karena kurang populer. Tempat wisata ini pun belum dilengkapi dengan infrastruktur wisata yang lengkap sehingga bagi Anda yang ingin piknik atau menyelam, sebaiknya membawa perbekalan atau alat snorkeling sendiri.

10. Pantai Gondo Mayit – Blitar

Mungkin hal yang menjadikan salah satu tempat wisata Jawa Timur yang indahnya luar biasa ini jarang dikunjungi adalah namanya sendiri. Gondo Mayit yang berarti bau mayat ini terletak di Kabupaten Blitar, Jawa Timur Kecamatan Wonotirto Desa Tambak Rejo. Pantai ini memiliki pasir berwarna putih, air laut yang jernih, dan tidak ada karang yang tajam sehingga Anda dapat berenang dengan aman di tempat ini. Meskipun begitu, Anda tetap harus berhati-hati karena ombaknya cukup deras.

Jalan menuju pantai Gondo Mayit bisa dibilang cukup berliku karena Anda harus berjalan kaki dari pantai Tambak Rejo untuk kemudian mendaki bukit yang di puncaknya terdapat makam penjaga pantai Gondo Mayit dan baru kemudian Anda dapat menikmati sejuknya pantai yang tersembunyi ini.

 

 



from Halo Dunia Network https://ift.tt/2K4dfMd
via IFTTT
Read More

Sebelum Laksanakan Tugas Baru AKBP. Wahyu Bintoro Lakukan Ziarah Makam Waliyullah

April 21, 2018 0

GRESIK – Sebagai permohon doa restu menginjakkan kaki di bumi Giri Gresik, Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro, SH., SIK., M.Si pada hari Jum’at (20/04/2018) siang kemarin langsung menziarahi makam para wali yang berada di Kabupaten Gresik. Adapun makam para wali yang diziarahi Kapolres berserta rombongan yaitu PJU Polres Gresik, Kapoksek Kota dan Kapolsek Kebomas yaitu Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri dan Sunan Prapen serta Kyai Tomenggung Pusponegoro yang merupakan Bupati pertama yang memimpin Kabupaten Gresik.

Dengan beriringan menggunakan kendaraan, Kapolres bersama rombongan berangkat dari Mako Polres Gresik langsung menuju makam Sunan Maulana Malik Ibrahim sebagai lokasi pertama. Di lokasi makam Syeh Maulana Malik Ibrahim, Kapolres bersama rombongan disambut langsung oleh Habib Amak yang merupakan juru kunci makan serta Kapolsek Kota dan langsung menunaikan shalat ashar dikomplek Makam.

Usai shalat ashar berjamaah dikomplek makam Maulana Malik Ibrahim, Kapolres bersama rombongan langsung menziarahi makam dan melakukan doa bersama. Usai dari komplek makan Maulana Malik Ibrohim, ziara dilanjutkan ke makam Bupati Gresik pertama yaitu Kyai Tomenggung Pusponegoro.

Usai dari makam Bupati Gresik pertam, ziarah dilanjutkan ke makam Sunan Giri dan kemudian diakhiri dengan berziarah ke makam Sunan Prapen hingga jelang waktu shalat maghrib.

Kepada media ini, usai acara ziarah ke makam para Wali serta Bupati pertama Gresik, Kapolres Gresik mengatakan bahwa apa yang dilakukan saat ini dengan mengunjungi serta berziarah ke makam sebagai bentuk permohonan doa restu serta sebagai perkenalan diri karena telah diberikan amanah untuk mengemban jabatan sebagai Kapolres Gresik. Selain itu juga, dengan berziarah kepada para pendahulu di Gresik sebegai bentuk penghormatan atas jasa yang telah ditorehkan dalam membangun Kabupaten Gresik.

“Kegiatan ini merupakan bentuk rasa hormat serta permintaan doa restu agar dalam memimpin di Gresik nantinya bisa amanah serta diberikan kelancaran”, ungkap Kapolres.

Kapolres juga menambahkan bahwa dengan memohon doa restu kepada pendahulu di Kabupaten Gresik tentunya juga berharap agar selama memimpin di Polres Gresik situasi Kamtibmas di Gresik bisa tetap aman, lancar serta tidak ada gangguan yang berarti di Gresik.

“Tentunya kami juga berharap selama memimpin di Gresik situasi Kamtibmas tetap aman dan lancar”, imbuh Kapolres.



from Halo Dunia Network https://ift.tt/2qNxmFV
via IFTTT
Read More

Friday, April 6, 2018

Kelana Aprilianto Akan Wakili Dapil II Dalam Pileg 2019

April 06, 2018 0

PASURUAN – Ratusan kader dan pengurus, serta simpatisan Partai Hanura dari Kota/Kabupaten Probolinggo dan Kota/Kabupaten Pasuruan, menghadiri acara koordinasi dan deklarasi “H.Kelana Aprilianto For DPR RI 2019-2024”. Pernyataan sikap Ketua DPD Partai Hanura Jatim tersebut, untuk maju sebagai Calon anggota Legislatif dari Dapil II Pasuruan-Probolinggo, dilaksanakan di Hotel BJ.Perdana, Kota Pasuruan, Jum’at (6/4/2018) malam.


Keputusan Mas Kelana, sapaan akrab politisi asal Pasuruan itu untuk ikut maju dalam konstetasi Pileg 2019, berangkat dari dukungan para kader Partai Hanura di sejumlah daerah. “Banyak yang nawarin dan mendorong saya untuk maju sebagai Caleg DPR RI, mewakili dapil mereka, seperti Surabaya, Malang dll. Namun malam ini, saya putuskan dan umumkan untuk maju sebagai Caleg DPR RI dalam Pileg 2019, mewakili dapil II Pasuruan-Probolinggo,” tandas Mas Kelana yang disambut riuhnya tepuk tangan dan teriakan semangat dari ratusan kader Partai Hanura.


Menurut Mas Kelana, pilihannya untuk maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil II Pasuruan-Probolinggo, tak lepas dari keinginannya untuk terus memajukan daerah asalnya. “Saya ini putra daerah, ya harus berupaya untuk mewakili daerah asal saya. Supaya lebih baik lagi dan kemakmuran masyarakat bisa merata. Kalau tidak kita yang berusaha, untuk memajukan daerah asal kita, siapa lagi? Dalam kesempatan ini, saya ucapkan juga terimakasih kepada seluruh kader, yang mendukung saya dalam Pileg 2019 mendatang, dan untuk kejayaan Hanura. Jangan lupa juga untuk mendukung penuh pasangan Bu Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistiano Dardak sebagai Cagub-Cawagub Jatim,” urai Mas Kelana, saat ditemui seusai acara.

Sementara itu, dukungan penuh mesin partai Hanura hingga tingkat level bawah, atau tingkatan anak ranting, ditunjukkan oleh Ketua DPC Kota/Kab.Probolinggo dan Ketua DPC Kota/Kab,Pasuruan, yang membawa massanya masing-masing. “Kami siap mendukung Mas Kelana maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil II. Hanura Bangkit, Jaya dan Menang,” pekik Ketua DPC Hanura Kota Pasuruan, Farid Misbach dihadapan ratusan peserta acara. Sedangkan ketua DPC Hanura Kota Probolinggo Nurul Arifin, menambahkan bahwa dengan struktur kepengurusan saat ini yang telah tertata hingga tingkat anak ranting. Membuat keyakinan bahwa dalam Pileg mendatang, Hanura akan menambah wakilnya yang duduk di dewan. (rbt)



from Halo Dunia Network https://ift.tt/2HeK6gx
via IFTTT
Read More

Wednesday, March 28, 2018

Banyak Pasal Untuk Penyebar Kebencian

March 28, 2018 0

Media sosial memang memfasilitasi orang-orang untuk mengekspresikan gagasannya. Kendati demikian, media sosial juga dapat menjelma buah simalakama.  Beberapa orang mesti berurusan dengan hukum gara-gara menumpahkan isi kepala dan perasaannya terhadap pihak tertentu.

Pada 5 Juni tahun lalu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis enam bulan 15 hari penjara bagi Jamran. Hal serupa diterima saudara kandung Jamran, Rizal, yang sama-sama dituduh melontarkan ujaran kebencian terhadap Ahok dan etnis Tionghoa di media sosial.

Mulanya, kedua nama ini ditangkap atas tuduhan makar. Namun pada perkembangannya, mereka malah didakwa dengan pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Pasal-pasal ini menjerat siapa pun yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

Bukan hanya Jamran dan Rizal yang terjerat hukum lantaran mengutarakan kata-kata bernada kebencian di media sosial. Tamim Pardede diamankan aparat setelah mengunggah konten berbau SARA dan menghina pemerintah yang dipimpin Joko Widodo.

Sementara Prima Gaida Journalita mesti berurusan dengan polisi setelah membuat status-status yang dianggap melecehkan warga NTT. Perempuan ini dengan lantang mengatakan bahwa tidak ada lagi toleransi di sana.

Jadi perlu dicatat dan diingat, ada banyak pasal untuk menjerat penyebar kebencian di media sosial, maka jangan takut mengadukan ke pihak kepolisian jika anda menemukan hal serupa di beeanda anda.



from Halo Dunia Network https://ift.tt/2pMSefP
via IFTTT
Read More

Post Top Ad

Your Ad Spot